Saturday, July 07, 2012

KOMPETENSI (Competency)


Dalam  lingkungan Human Resources, “Kompetensi”  merupakan salah satu kata yang paling sering disebut. Sebelum kita berbicara lebih banyak lagi mengenai kata ini, saya akan awali dengan pertanyaan “ Apa pengertian Kompetensi ?”.
Berikut ini bebeapa pengertian dari Kompetensi.
1.    Kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi  atas ketrampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut .
2.   Kompetensi merupakan karakteristik individu yang mendasari kinerja atau perilaku ditempat kerja.
3.  Kompetensi merupakan landasan dasar karakteristik orang dan mengindikasikan cara berperilaku atau berpikir, menyamakan situasi, dan mendukung untuk periode waktu yang lama ( Spencer dan Spencer,1993:9 )
4.   Kompetensi sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan pada tingkat memuaskan di tempat kerja.

Secara garis besar, Kompetensi  menjelaskan apa yang dilakukan orang di tempat kerja pada berbagai tingkatan dan memperinci standard masing – masing tingkatan, mengidentifikasi karakteristik pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan individual yang memungkinkan  menjalankan tugas dan tanggung jawab secara efektif sehinggga  mencapai standard kualitas profesional dalam bekerja.
Karakteristik kompetensi
Terdapat 5 tipe karakteristik kompetensi :
1.  Motif adalah sesuatu yang secara konsisten dipikirkan atau diinginkan orang yang menyebabkan tindakan.
2.       Sifat adalah karakteristik fisik dan respons yang konsisten terhadap situasi  atau informasi.
3.       Konsep diri, adalah sikap, nilai-nilai atau citra diri seseorang
4.       Pengetahuan, adalah inforamsi yang dimiliki orang dalam bidang spesifik
5.       Ketrampilan, adalah kemampuan mengerjakan tugas fisik atau mental tertentu

Kategori  kompetensi
Michael Zwell (2005:25) mendefinisikan lima kategori kompetensi, yaitu ;
1.       Task Achievement
Merupakan kategori kompetensi yang berhubungan dengan kinerja yang baik.Kompetensi berkaitan dengan task achievement ditunjukkan oleh ; orientasi pada hasil, mengelola kinerja, mempengaruhi, inisiatif, efisiensi produksi, fleksibilitas, inovasi, peduli pada kualitas, perbaikan berkelanjutan, dan keahlian teknis.
2.       Relationship
Kategori kompetensi yang berhubungan dengan komunikasi, memiliki hubungan kerja yang baik dengan orang lain. Kompetensi ini meliputi; kerja sama, orientasi pada pelayanan, kepedulian antar pribadi, kecerdasan organisasional, membangun hubungan, penyelesaian konflik, perhatian pada komunikasi dan sensivitas lintas budaya.
3.       Personal Attribute
Kompetensi intrinsik individu  dan menghubungkan bagaimana orang berpikir, merasa, belajar, dan berkembang.  Kompetensi ini meliputi;  integritas dan kejujuran, pengembangan diri, ketegasan, kualitas keputusan, manajemen stress, berpikir analitis, dan berpikir konseptual.
4.       Managerial
Kompetensi  yang secara  spesifik berkaitan dengan pebelolaan , pengawasan, dan mengembangkan orang. Kompetensi manajerial berupa; memotivasi, memberdayakan/empowering, dan mengembangkan orang lain.
5.       Leadership
Kompetensi yang berhubugnan dengan memimpin organisasi dan orang untuk mencapai maksud, visi, dan tujuan organisasi. Kompetensi ini meliputi; Kepemimpinan visioner, berpikir strategis, orientasi kewirausahaan, manajemen perubahan, membangun komitmen organisasi, membangun fokus dan maksud, nilai-nilai.

Kondisi lingkungan bisnis menunjukkan adanya trend peniningkatan teknologi  dan terjadinya perubahan sosial. Sumber daya manusia perlu memahami kecenderungan organisasi multikultural dan keberagaman kultural. Keadaan tersebut membuat kompetensi sumber daya manusia semakin penting, baik bagi eksekutif, manajer, maupun pekerja ( Spencer dan Spencer, 1993:343)
1.       Kompetensi yang diperlukan oleh Eksekutif.
Strategic Thinking, Change Leadership, dan Relationship Management
2.       Kompetensi yang diperlukan oleh Manajer
Flexibilitas, Change Implementation ( implementasi perubahan ) , Entrepreneurial Inovation ( inovasi kewiraushaan ) , Interpersonal understanding ( memahami hubungan antar manusia ), Empowering ( memberdayakan ),  Team Facilitator ( memfasilitasi Tim ) , Portability (Kemudahan menyesuaikan)
3.       Kompetensi yang diperlukan oleh Pekerja
Fleksibilitas, Motivasi mencari informasi dan kemampuan belajar, Achievement motivation 9 motivasi berprestasi ), Work Motivation under time pressure ( motivasi kerja dalam tekanan waktu ), Collaborativeness ( kesediaan bekerja sama ), Customer Service orientation ( orientasi pada pelayanan pelanggan ).

Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi
Michael Zwell (2000:56-68) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang.
1.       Keyakinan dan nilai-nilai
Keyakinan orang tentang dirinya maupun terhadap orang lain akan sangat mempengaruhi perilaku. Apabila orang  percaya bahwa mereka tidak kreatif dan inovatif, mereka tidak akan berusaha berpikir tentang cara baru atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk itu setiap orang harus berpikir positif tentang dirinya, maupun terhadap orang lain dan menunjukkan ciri orang yang berpikir ke depan.
2.       Keterampilan
Dengan memperbaiki ketrampilan, individu akan meningkat kecakapannya dalam kompetensi.
3.       Pengalaman
Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan pengalaman. Diantaranya pengalaman dalam mengoragnisasi orang, komunikasi dihadapan kelompok, menyelesaikan masalah, dsb. Orang yang tidak pernah berhubungan dengan organisasi besar dan kompleks tidak mungkin mengembangkan kecerdasan organisasional untuk memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam lingkungan. Orang yang pekerjaannya memerlukan sedikit pemikiran strategis kurang mengembangkan kompetensi daripada mereka yang telah menggunakan penmikiran stragtegis bertahun-tahun.
4.       Karakteristik kepribadian
Kepribadian bukanlah sesuatu yang tidak dapat berubah. Kepribadian seseorang dapat berubah sepanjang waktu. Orang meresponse dan berinteraksi dengan kekuatan dan lingkungan sekitar. Walupun dapat berubah, kepribadian cenderung berubah dengan tidak mudah. Tidaklah bijaksana mengharapkan orang memperbaiki kompetensinya dengan mengubah kepribadiannya.
5.       Motivasi
Dengan memberikan dorongan, apresiasi terhadap pekerjaan bawahan, memberikan pengakuan dan perhatian individual dari atasan dapat memberikan pengaruh positiv terhadap motifasi seseorang bawahan.
6.       Isu Emosional
Hambatan emosional dapat membatasi penguasaan kompetensi. Misal, takut membuat kesalahan, menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak menjadi bagian, semubanya cenderung membatasi motivasi dan inisiatif.
7.       Kemampuan Intelektual
Kompetensi tergantung pada  pemikiran kognitif  seperti, pemikiran analitis, dan  pemikiran konseptual.
8.       Budaya  Organisasi
Bduaya organsiasi mempengaruhi kompetensi sumberdaya manusia dalam kegiatan sebagai berikut; 1) proses Recruitment  dan seleksi karyawan, 2) Sistem penghargaan, 3) Praktik pengambilan  Keputusan, 4) Filosofi organisasi ( misi-visi, dan nilai-nilai organisasi ), 5) Kebiasaan dan prsoedure, 6) Komitmen pada pelatihan dan pengembangan , 7) Proses Organisastional.

Mengatasi Hambatan Kompetensi
Michael Zwell (2000:309) menyebutkan adanya faktor-faktor yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki kompetensi, yaitu ;
1.       Admitting Incompetency  (Mengalami kekurangan Kompetensi )
Budaya yang berusaha selalu tampil baik dengan menutupi kekurangan dihadapan orang lain memiliki pengaruh terhadap terjadinya  kurangnya kompetensi ( incompetency ). Untuk itu, ada baiknya orang mengakui degnan terus terang akan kekurangan kompetensinya sehingga dapat dilakukan usaha untuk memperbaikinya.
2.       Raising Expectations ( Meningkatkan Harapan )
Manajer dalam melaukan peran coaching harus dapat  membantu orang lain untuk memperluas visi atas pekerjaan, sehingga mereka dapat memanfaatkan bakat, kemampuan, dan potensinya.
3.       Identifying Barriers ( Mengidentifikasi Hambatan )
Hambatan dapat dikategorikan dalam; 1) Pengetahuan, 2) Ketrampilan, 3) proses, 4) Emosional.
Hambatan pengetahuan terjadi ketika pekerja  tidak mempunyai keahlian tentang informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan.
Hambatan Ketrampilan terjadi jika  pekerja  tahu bagaimana melakukan sesuatu, tetapi belum mengembangkan keterampilan untuk melakukannya dengan lebih baik, cepat, dan konsisten.
Hambatan proses terjadi ketika pekeraja tidak efektif dalam mengelola serangkaian tugas. Mereka mungkin  terampil, tapi kurang konsisten melakukannya dengan cara yang tepat.
Hambatan emosional berakar pada faktor psikologis. Pekerja takut konflik sedang lainnya tidak menetapkan tujuan menantang karena takut gagal. Sebagain lagi tidak bisa menerima kesalahan atau bertanggung jawab karena takut disalahkan.
4.       Including Support Mechanism ( Memasukkan Mekanisme Dukungan )
Mekanisme dukungan yang dapat dipergunakan organisasi dan pekerja untuk memastikan rencana kinerja pekerja adalah; 1) Mencatat kemajuan tujuan dan pelaksanaan, 2) Mengkomunikasikan kemajuan pada  orang lain, 3) Menggunakan penghargaan.

Semoga Bermanfaat & Terima kasih

Referensi :
Spencer, Lyle, M.Jr. dan Signe M.Spencer. 1993. Competence at Work. New York: John Wiley&Sons, Inc
Wibowo.2009. Manajemen Kinerja. Jakarta:Rajawali Pers
Zwell, Michael. 2000. Creating a Culture of Competence. New York: John Wiley & Sons, Inc

1 comment:

This Blog Free of Advertisement