Sunday, December 02, 2012

Mengatasi Overheating Pada Screw Air Compressor


Bulan November lalu, seorang teman dari perusahaan plastic menghubungi saya. Satu Screw Compressor unit  daya 50 HP bermasalah yaitu Over Heating ! hampir 2 minggu, Engineering perusahaan teman saya ini coba cari solusinya dan sialnya  gagal. Setelah saya pelajari masalahnya dan sempatkan mampir untuk melihat kondisi compressor. Dari penampakan visual saya yakin problem kompresor sudah  merambat ke arah blok screw. Saya sugest kompresor  harus diopname  oleh Technical Service dari Suplier karena perbaikannya masuk kategori major (berat). Dua minggu kemudian, kompresor kembali running. 
Sebenarnya pengaruh shut off  terhadap operasi perusahaan hanya 17% karena mereka sudah memiliki cadangan 1 unit compressor piston 15 HP, akan tetapi teman saya mengeluhkan opportunity cost yang timbul , selama 2 minggu teknisi senior  terfokus  pada case ini, padahal mereka sudah memiliki schedule  kerja yang harus diselesaikan. 

Belajar dari kejadian ini, gangguan pada unit-unit utility bisa memberikan dampak sangat besar, dalam artikel ini saya akan sharing mengenai masalah, yang sebenarnya bisa kita cegah. Saya akan berbagi dengan anda untuk pencegahan maupun perbaikannya. Kali ini saya akan menulis topik yang sangat teknis. Mengatasi Overheating pada Screw air Compressor. Beberapa teknisi  menyebut problem ini dengan istilah ‘Over Temperature’.

Compressor terbagi kedalam beberapa Type, anda bisa lihat gambar dibawah.
Type Compressor
Jenis Screw termasuk dalam golongan Rotary Compressor. Beberapa Manufacture menyediakan Compressor dengan tekanan angin 8, 10, 13 bar dengan daya motor 3 – 500 HP.  

Prinsip kerja Screw Air Compressor

Screw Air Compressor Flow Diagram
A) Kompresor udara jenis ini menggunakan 2 Screw yang berputar dalam ruang screw yang disebut Air End (3) . Putaran 2 komponen screw ini akan menyebabkan hisapan pada Intake Valve (2) dan menghasilkan udara bertekanan pada lubang keluaran (discharge).
Ruang Screw
B) Udara bertekanan memasuki Separator Tank, yang berfungsi memisahkan oli dan udara, sehingga udara bertekanan yang dihasilkan tidak mengandung oli. Jika anda melihat dalam Gambar diatas, prinsip kerja separator sederhana. Dibagian tengah tabung terdapat  separator foam, sejenis busa yang akan melewatkan partikel udara, dan menangkap partikel oil dan menjatuhkannya ke dasar Tabung (Blue Color). Udara bebas oil tadi memiliki temperature cukup tinggi ( 80 – 90 0C), sehingga harus dilewatkan pada pendingin / air coller (9), sebelum dikeluarkan melalui Air Discharge line (10) untuk memasuki system eksternal.
separator tank
C) Oil dengan temperature tinggi yang tertampung dalam dasar tabung separator bergeraka menuju air filter housing unit. Unit ini terdiri dari Oil Filter (19) yang berfungsi memisahkan kotoran dan unit manifold, yang berfungsi mengatur distribusi  oil menuju dan dari Air Coller (9). Ada beberapa type  coller, yaitu Liquid coller dan air coller. Gambar Flow proses diatas menggunakan model Air Coller, yaitu udara dibagian bawah radiator dihembus paksa dengan menggunakan Fan (13), melalui sirip-sirip coller unit, dan membawa panas oil ke udara bebas melalui prinsip heat transfer. Mekanisme ini mirip dengan prinsip kerja Condesor Udara pada system pendingin dan Radiator  mobil.
Oli yang sudah melewati Coller dan suhunya telah turun, masuk kembali ke Oil Filter Housing Unit, untuk didistribusikan kembali ke Air End atau Ruang Screw.
Oil Filter Housing Unit
D) System yang tidak kalah vital yaitu pelumasan pada bearing screw. Kebetulan dalam flow diagram tidak terlihat, Air Filter Housing Unit juga mensuplay oil untuk melumasi bearing screw. System ini memiliki pengaruh sangat besar terhadap kasus Over Heating atau Over Themperature pada Screw Air Compressor.

E) Temperature System Compressor dideteksi dari Temperature Oil. Dalam Separator Tank, dipasang sensor temperature / Thermostat (20)  yang akan membaca aktual temperature oil, dan langsung mengirim data ini ke Electronic Processing Unit. Temperature kerja normal berada di kisaran 85 – 95 0C. Jika lebih dari 100 0C, system tetap berjalan dengan disertai peringatan. Biasanya system disetting automatic off di temperature 110 0C.
Panel Indicator


Efek  Over Heating
Yang dimaksud dengan over Heating yaitu, Temperature Kerja System kompressor melebihi 100 0C. Ini sudah tanda-tanda bahaya. Engineering harus melakukan pengecekan. Jika terlambat, temperature oil yang tinggi dapat menurunkan kualitas oil sebagai pelumas.
Masalah yang timbul berikutnya :

1. System pelumasan pada Bearing Screw tidak maksimal, ini akan menyebabkan kerusakan pada bearing.

2. Kerusakan Bearing akan berdampak pada putaran screw yang tidak stabil dan tidak center. Benturan antar Screw akan menyebabkan cacat screw. Ini menyebabkan efisiensi tekanan angin yang dihasilkan menurun.

3. Putaran screw yang tidak center berpotensi menimbulkan gesekan pada dinding ruang screw, meskipun masalah over heating sudah teratasi, masalah ini menyebabkan efisiensi tekanan udara akan berkurang.

4. Gesekan material komponen dalam ruang screw menghasilkan serbuk besi yang akan terbawa oleh oil. Ini akan menyumbat Filter Oil, jika tidak terdeteksi, volume oil yang kembali masuk kedalam ruang screw dan system pelumasan bearing akan berkurang. Bisa anda bayangkan jika komponen-komponen ini berputar dengan level oil dibawah standard. Kerusakan akan terjadi pada semua komponen dalam unit ruang screw (Air End).

Kondisi ini bisa jauh lebih parah, jika Thermo Control Unit tidak berfungsi dengan benar. System tidak bisa mendeteksi temperature aktual dengan akurat, harusnya mesin automatis stop tapi tetap running. Meskipun anda melakukan penggantian oil secara rutin dan mengikuti atuan Jam kerja mesin, kondisi ini tetap sangat berbahaya. Untuk mencegah ini, saya akan berbagi teknik pengecekan dengan anda :

1. Jangan hanya percaya dengan temperature display. Anda wajib memiliki Thermo Couple sendiri. Ada beberapa jenis, tapi saya lebih suka menggunakan type Laser Gun Thermo Couple.
Non Contact Infra Red Laser Gun
2. Jika anda tidak memiliki alat yang saya maksud dalam poin 1. Perhatikan tanda-tanda di area bearing di Screw Unit. Jika cat terlihat mengelupas akibat panas, ini tanda-tanda bahwa compresor bekerja pada suhu yang  melebihi standard. Asal diketahui pemilihan coating atau cat pada compressor atau motor sudah disesuaikan pada suhu normal atau ambang atas system. Jika melebihi, panas akan merusak cat.
Cat terkelupas di area Blok Bearing akibat over heating
Penyebab Terjadinya Over Heating
Berikut  beberapa hal, yang saya pikir bisa menyebabkan Over Heating

1. Sirkulasi udara dalam ruang kompresor tidak baik, sehingga suhu dalam ruang tinggi. Ruang  kompresor harus di desain sedemikian rupa sehingga udara panas dari fan coller memiliki jalur khusus keluar (ducting) dan udara luar bisa leluasa masuk. Akan jauh lebih baik, jika pendinginan ruang kompresor  menggunakan  unit Air Conditioner ( AC ). Keuntungan penggunaan AC yaitu pendinginan ruang berlangsung dalam ruang tertutup, sehingga meminimalkan debu atau kotoran dari luar ruang untuk masuk kedalam. Partikel debu ini dapat terhisap oleh coller fan dan menyumbat sirip – sirip cooler unit. Kondisi ini menyebabkan pendinginan oil tidak optimal.

2. Oil sudah melewati Jam Kerja Normal.
Kondisi ini yang biasa terjadi, oil yang seharusnya diganti tapi tidak dilakukan. Oil yang melebihi Life time nya akan menyebabkan penurunan kualitas oil yang diikuti penurunan fungsi oil itu sendiri sebagai media pendingin dan pelumas. Ada 2 jenis oil yang ada di pasaran, yaitu Jenis Syntetic dan Jenis Mineral.
Jenis Syntetic : Harga Relatif lebih mahal, Life timenya ± 5000 – 6000 hours. Lebih tahan bekerja dalam suhu ekstrem dengan volume yang lebih rendah dibanding oil mineral.
Jenis Mineral : Harga  lebih murah, Life timenya ± 2000 hours. Tidak  diperuntukkan bekerja pada suhu ekstrem ( > 100 0C ) secara terus menerus, karena akan menyebabkan kerusakan pada komponen. Dari pengalaman dilapangan, membuktikan oil jenis ini  dapat menembus separator foam, dan ikut terbawa sirkulasi udara. Sehingga harus rutin dilakukan pengecekan level oil dan segera lakukan penambahan oil jika diperlukan. Dalam pemakaian jangka panjang, oil ini akan lebih tinggi biayanya dibanding pemakaian oil syntetic.

3. Separator Oil tersumbat. Ini akan menyebabkan terhambatnya aliran udara keluar, sehingga tekanan dan temperature dalam separtor tank naik. Penggantian rutin antara 4000 – 6000 hours.

4. Pembuangan panas pada Coller Unit terhambat. Ada 2 Jenis coller yang biasa dipakai, yaitu menggunakan cooler fan ( air coller ), dan menggunakan pendingin air ( water cooler ). 
Pada jenis air coller, hambatan transfer panas ini biasanya disebabkan kotoran atau debu yang melekat pada sirip radiator. Cleaning rutin disarankan dilakukan pada 10.000 – 15.000 hours.
Pada jenis Liquid coller, hambatan pendinginan biasanya disebabkan oleh adanya lapisan kerak. Sistem ini biasa digunakan dalam Generator Set ( Genset ). Liquid yang digunakan merupakan cairan khusus yaitu radiator coolant, jika tidak ada disarankan menggunakan air mineral yang bebas dari kandungan kapur/calsium. Cleaning rutin disarankan dilakukan pada 10.000 hours.

5. Filter oil tersumbat kotoran. Idealnya, setiap penggantian oil  juga diikuti oleh penggantian Filter. Cleaning Filter oil tidak disarankan, karena spare parts ini tidak didesain untuk di cleaning atau di re-kondisi.
Filter Oil
6. Mekanisme Distribusi dalam Oil Filter Housing Unit tidak berfungsi.
Jika dibongkar, blok ini terdiri dari beberapa katup yang gerakannya menggunakan mekanisme pegas. Jika mekanisme ini tidak berfungsi, distribusi oil menuju radiator akan terhambat. Efeknya oil tidak melewati proses pendinginan dan langsung masuk ke ruang screw. Untuk mengetahui masalah ini cukup mudah. Mesin dalam kondisi off, Buka selang Fleksible in dan out radiator, jika oil yang keluar dari radiator sangat sedikit, bisa dipastikan mekanisme dalam unit ini bermasalah. Atau anda juga melakukan pengecekan dalam kondisi mesin running. Gunakan Thermo couple. Bandingkan temperature  di body luar ruang screw, pipa antara separator tank dan Filter oil, dan pipa oil masuk ke radiator. Jika pipa masuk radiator temperaturnya jauh lebih rendah, berarti  distribusi oil menuju radiator terhambat. Bisa dipastikan Oil Filter Housing Unit bermasalah. ( tapi terlebih dahulu pastikan Filter Oil telah diganti )
Blok Manifold pada Oil Filter Housing
Penutup
Jika akar masalah Overheating sudah diketahui, segera lakukan perbaikan. Harap berhati-hati saat melakukan perbaikan di mesin. Problem overheating pada umumnya menyebabkan efek berantai terhadap komponen lainnya. Misal Bearing Screw dan Screw. Teknisi perusahaan biasanya melakukan penggantian ringan ( minor ) seperti  Ganti oil, Ganti Separator Foam, Ganti Oil Filter, dan Cleaning Cooler Unit.Namun untuk penggantian besar ( mayor ), yaitu pengecekan  di ruang Screw Unit (Air End), saya sarankan untuk menghubungi Technical Service dari Suplier Kompressor.

Akhir kata, selamat menganalisa dan semoga sukses !


85 comments:

  1. wah ini yang saya sedang cari2,

    belum sempet baca, nanti kalau sudah dirumah baru dibaca,,,,
    hehehe,,,,

    boleh mas nanti saya tanya",

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas bro
      .....
      Maaf nih, saya mo nanya...?
      Jika lampu indikator yg berwarna hijau selalu berkedip, bagaimana cara mengatasinya. Soalnya, pada saat posisi tersebut mesin g mau hidup.
      Type mesin BOGE

      Makasih atas bantuannya.

      Delete
    2. Dengan hormat,

      Untuk penanya permasalah unit BOGE compressor dan bagi yang sedang berencana expansi pabrik dan membutuhkan unit kompresor udara dapat menghubungi saya: Heriwibowo/Sales Engineer PT. Ometraco Arya Samanta agent BOGE compresor di Indonesia, Hp: 0853 1056 8747 pin bb 2a5a3f60 email: b.heriwibowo@gmail.com

      Delete
  2. di tempat saya bekerja menggunakan Compressor Kointec EsayCom75 dan 55, kendalanya Display control kamu rusak, itu apakah masih ada yang produksi ya Mas??


    Oh, iya,
    Mas Dedy, saya boleh masukkan Artikel ini ke blog saya tidak?


    denysafari.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba contact PT.Hanshin, (021)5980222. Hargnya agak miring. Boleh, silahkan. Keep bloging ya

      Delete
  3. PT. hanshin di indonesia pak?

    oke, trimakasih atas izin nya,
    lg problem neh Kompresor nya mas?

    saat distart OK,
    saat mencapai press yang diinginkan kami men set kompresor off, kemudian saat press yang ditentukan pula kompresor Run lagi,
    masalahnya setelah off saat press yang diinginkan tercapai dan kompressor tidak mw ON lagi saat press kurang, yang seharus nya kompresor ON dy tidak mw ON,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada di indonesia den. Wah harus cek detail mslh & system comprsornya. Bisa karena presure switch. Atau malah plc nya. Km cek dl pressure switchnya, jgn2 hanya mslh di pengiriman dignal on off sj. Klau ykin tdk mslh. Cek kondisi plc. Cb liat di panel display indicator pressurenya. Km samakan dg manometer yg ada.di system eksternl atau di tabung accumulator. Penunjukkannya sama tidak. Klau jauh berbeda sprtinya electronic processing unitnya brmsalah. Pastikan manometer kondisinya ok.

      Delete
    2. Wah baru sempet buka mas,,,
      n kompressornya sudah kebukur terbakar panel nya,

      bisa gak sih itu disebabkan oleh control yang tidak bekerja sempurna seperti masalah saya di atas, auto ON/OFF Comp gak aktif??

      Ini ada gambar Panel yang terbakar nya:

      http://imageshack.us/a/img32/6935/g9yi.jpg

      asumsinya dari kntaktor yang saya lingkari merah mas, itu kontaktor start.

      cuma knp bisa terbakarnya yang saya masih belum ketemu.

      Delete
  4. hallo mas brow... salam kenal,
    beberapa hari lalu screw compressor saya trouble, akhirnya teknisi saya yg mengecek, dimana kesimpulannya beringnya ada yg rusak, setelah di lakukan penggantian bering< pada saat runing screw compressor, tidak ada angin sama sekali.... mohon pencerahannya Mas....

    salam

    Hudi wibowo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Mas Hudi,
      Agak susah menganalisanya kalau tidak melihat kondisi fisiknya mas. Tapi sebagai sesama engineer kita bisa discuss masalah ini. Jika tidak ada tekanan udara sama sekali (0 bar)saat running bisa berakibat fatal. Apakah motor masih dalam kondisi berputar? atau stop. Apakah ada tanda-tanda kebocoran packing di ruang kompresi? teknisi menyimpulkan baring problem, sebelumnya ada trouble apa? apakah ada hubungannya dengan pressure ?

      Screw compressor merupakan type silent, untuk beban medium - high, Dan mensyaratkan sinkronisasi putaran 2 screw. Jika motor berputar, dan tetap tidak ada angin tolong dicek bagian udara masuk/intake, lepas filternya adakah hisapan dari ruang kompresi. Jika tidak ada, sepertinya pemasangan unit screw di dalam Air End ( ruang screw ) tidak presisi, sehingga kedua screw tidak sinkron dan kehilangan daya hisap dan tekan. Penggantian Bearing dilakukan oleh Teknisi dari Suplier Compressor atau Teknisi Internal ?

      Mohon maaf, kalau opini saya tidak complete. Semoga dapat mencerahkan.

      Delete
    2. banyak faktor yang mengakibatkan tidak bekerjanya screw untuk menghasilka udara, klau setelah di gati bearing screw ga ada kompresii atau hasilnya berkurang, bisa jadi dari faktor spasi screw dengan housing, atau biasa disebut clirens...

      Delete
  5. awal di tempat saya bekerja mempunyai screw compressor ingersol, kemudian ada yg menawarkan screw compressor merk daewoo (Second dengan jam pemakaian 2000), tapi mesinnya merk MAN.

    nah yang mengalami kerusakan adalah screw compressor type daewoo dengan engine MAN. awal kerusakan adalah V belt nya putus, ternyata screw nya macet . saya menambil kesimpulan untuk membuka sendiri< mungkin karena pengin belajar atau supaya mesin bisa langsung di running hhehehee sy juga masih belum jelas....)

    singkat cerita memang ada bering yg sdh rusak, dan setelah sy amati, ternyata comppressor ini sdh pernah overhole, dan sepertinya bukan teknisi nya yang melakukan overhole.

    kemaren sy running, sepertinya tidak ada angin yg keluar dasi comprssor... dan bunyinya bukan juga seperti unload.... ( kedengarannya hanya seperti screw yg berputar, tanpa ada oli dan angin....

    akhirnya sy buka lagi untuk mengecek piping dan sirkulasi oli dan udara.... hasil pengecekan saya, semua pipa tidak ada yg buntu dan pemasangan sdh benar...

    barusan sy coba lagi.....
    pada penunjuk tekanan line pressure tekanannya cepat sekali naik, tapi pada pressure gauge tidak ada tekanan sama sekali,

    kesimpulan saya
    untuk saat ini udara sdh ada, hanya tidak bisa ke air coller....hanya di line pressure....

    analisa saya untuk permasalahan yg kemaren:
    kemungkinan yg kemaren itu karena screw dan pipa2 oli belum ada olinya sehingga tidak ada tekanan angin... ( mohon masukan analisa saya pak...)

    masalah sekarang, bagaimana supaya tekanan angin bisa ke air coller...??? ( mohon analisa nya brur.....)

    btw..... marga anda sepertinya berasal dari sulawesi utara ya.......

    GBU


    hudi wibowo

    ReplyDelete
  6. pressure sebelum rusak masih normal,,, hanya lebih cepat panas.... awalnya sy berpikir screw comppressor ini walaupun second tetapi masih original...( maksudnya belum pernah overhoul)

    sehingga saya berasumsi kalau panasnya ini masih masuk toleransi, (batas overheat pada control tercantum 120 0C.)panas yg tercapai jika digunakan 24 jam 110. sebenarnya dengan panas 110 sdh cukup panas, karena pada compressor ingersol saya, panas tertinggi pada saat di gunakan hanya 90 oC

    kemungkinan panas yg terjadi karena memang beringnya sdh kurang baik, , , ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Hudi ...
      Informasinya cukup komplet, kalau boleh berikut hasil tebakan saya, untuk masalah compresor Open Type anda.

      1. Sepertinya anda harus cek Filter Housing Unit. Parts ini satu Blok dengan Filter Oil, Filter biasanya menempel pada housing ini. Kalau Filter sudah pasti harus diganti.
      Fungsi Filter Housing ini sebagai manifold, yaitu mengatur distribusi oil. Sepertinya Ruang Screw dan Blok Bearing Screw compresor anda kekurangan pasokan oil atau malah oilnya masih memiliki temperature tinggi.
      Oil yang sudah dipisahkan di separator Tank diatur melewati Oil Filter dan secara mekanis didistribusikan ke Air Cooler untuk didinginkan, outlet coller ini masuk kembali ke Housing untuk disalurkan ke Blok Screw dan Bearing. Jika unit ini tidak berfungsi, Oil panas akan ter-baypass masuk ke bearing, atau malah tidak ada suplay. Jadi sistem pelumas tidak berfungsi, Jika temperature mencapai 100 C saat running, anda harus cek sistem compressor.

      2. Masalah pada Bearing dan macet adalah efek. Akar masalah Compresor Ingresol anda bukan pada Bearing, tapi pada Sistem pelumasan dan Jadwal penggantian Oil yang melebihi jam kerja.Biasakan untuk mengganti Oil dan filter Oil secara bersamaan, Untuk Screw Comp. disarankan menggunakan Syntetic oil. Jangan hanya diperbaiki bearingnya, Satu Unit dalam Air End ( Ruang Screw ) lebih baik di cek dan repair secara total. Dengan Teknisi khsus compresor tentunya.

      3. Coba dihitung capacity compressor terhadap pemakaian/beban, jika running 24 Hours, dan antara Loading dan Unloading sudah tidak seimbang, segera dipertimbangkan untuk menambah compressor. Jika dengan kondisi seperti ini, teknisi tidak disiplin melakukan penggantian oil sesuai jam kerja, ditambah jenis oil menggunakan oil mineral. Perlahan tapi pasti malapetaka sudah menunggu.

      4. Kerusakan pada Bearing, Screw Macet, Atau jika anda tidak beruntung Housing pada Bearing ikut aus. Meskipun bisa running, efisiensi tekanan compressor bisa dipastikan akan berkurang.

      Agar tidak berlarut-larut jauh lebih baik memanggil teknisi khusus compresor mas Bro. Agar cepat decision, mau di repair atau Beli Baru. Jika dipaksakan juga percuma, abis-sbisin daya listrik, apalagi tahun ini TDL naik 15%. Dihitung lagi keekonomisannya.
      Betul mas Bro, keluarga saya dari Sulut.

      Delete
    2. Untuk permasalahan kompressor screw silahkan kunjungi web kami : www.airindo.co.id
      atau bisa tanya melalui tlp langsung ke hp saya di 0877 4169 0046...

      Salam,
      Deni Arif Rahman
      Sales Engineer
      Mobile: 0877 4169 0046

      Delete
  7. thanks brur untuk banyak masukannya dan pencerahannya....

    perusahan saya berdomisili di Tuban, jawa timur, apa ada referensi untuk teknisi khusus kompressor di daerah surabaya atau tuban barangkali ?

    BR

    hudi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Bro ... wah kalo compressor angin saya tidak ada contact didaerah sana.

      Delete
    2. gapacitramandiri.com buka website ini coba

      Delete
  8. mas mau tanya, kalo thermostatic valve yg di kompresor fungsinya bwt apa ya?trus prinsip kerjanya sperti apa?
    thx sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. thermostatic valve berfungsi untuk menstabilkan temperature air yang digunakan untuk sistem pendinginan ( water cooler ), prinsip kerjanya, thermostat di setting pada suhu tertentu, jika temperature output ( air discharge dan oil ) melebihi temperature set, maka valve akan membuka, sehingga cooling liquid (water) akan memasuki sistem radiator sampai tercapai batas temperature setting, valve otomatis menutup.
      Compresore menggunakan 2 sistem pendinginan, yaitu dengan udara ( air cooler ) dan liquid ( water cooler ) dengan open loop atau close loop. Open loop system menggunakan cooling tower system, sedang close loop aliran pendingin hanya di sistem internal.
      Tq

      Delete
  9. mas saya mau tanya kompressor screw saya 75kw thn95..tekanan anginnya cuma ada 7bar sdgkan saya butuh 8,5 tdk tercapai, apa sebabny? dan rusakny dmn?pdhl kompresor saya bru beli..thank

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Pak, kebetulan saya baca problem anda mungkin saya bisa bantu..
      untuk tekanan pada kompressor bisa di set melalui layar PLC tentunya dengan paswod terlebih dahulu..
      biasanya passwod di rahasiakan dari penjual selama masa garansi..

      NB: kompresor yg dibutuhkan harus dengan tipe 10bar.

      Deni Arif Rahman
      PT. AIRINDO MITRA UTAMA (JAKARTA)
      MOBILE: 0877 4169 0046

      Delete
  10. Normalnya power segitu kompressor masih sanggup. cb ditelusuri dulu, kalau valve ke accumulator atau sistem piping out ditutup berapa pressurenya.
    Jadi ketahuan selisihnya. Cek dulu, barangkali ada kebocoran pada sistem outnya, apakah ada yang menggunakan sistem terbuka ( angin terus blow keluar ) ?. kalau 8.5 saja tidak tercapai, untuk 75 kw dan disitem out tidak ada masalah, secepatnya hubungi technical supliernya. Tq

    ReplyDelete
  11. Salam kenal mas Dedy,

    Saya mengalami masalah over heating pada compressor screew kobelco kapasitas 40 HP, menurut teknisi kami kondisi oil cooler nya sdh tidak baik karena pada bagian fin nya tersumbat oleh debu powder coating dan sangat sulit untuk dibersihkan walaupun telah kami gunakan chemical (Tempat lokasi compressor memang sangat berdebu karena dekat dengan lokasi pengecatan)

    Pertanyaan saya :
    1. Apakan bisa oil cooler diganti dengan menggunakan outdoor ac ?
    2. Apakah bisa oil cooler tersebut kami dinginkan dengan menggunakan chiller, maksudnya oli cooler tersebut direndam kedalam air dingin ?

    mohon penjelasannya mas, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas welly,
      Ok, saya coba batu jawab ya.
      1) Pipa freon di outdoor ac bisanya berbahan tembaga atau aluminium.beberapa produsen bahkan membuat sambungan klem antara tembaga, dan ini hnya bisa dilakukan oleh pabrikan. Sedang Oil coller menggunakan pipa stainless untuk jalur pipanya. Disamping itu fan untuk pendinginannyapun masih kurang. kecuali jika anda menggunakan kondensor unit chiller atau frezzer. ( bukan AC Split/Standing ).
      2) sangat bisa, sistem ini biasanya dipakai untuk kondensor unit frezeer/ chiller type lama, yaitu berpendingin air. Anda bisa membuat tabung dan didalamnya anda bentuk lilitan stainless dalam jumlah ideal, agar jalur pendinginannya cukup panjang dan optimal, pastinya anda memerlukan unit cooling tower untuk mendinginkan air out dari tabung condensor.
      Jika anda tidak ingin menggunakan cooling tower. Bisa digunakan Radiator Truk untuk pendinginan, jadi menggunakan air radiator, dan unit fan. Sistem ini mirip dengan sistem pendinginan pada Genset.

      Sebaiknya anda pindahkan Unit compressor anda ke tempat yang lebih memenuhi syarat. Semoga penjelasannya memuaskan dan terima kasih.

      Delete
    2. Terima kasih atas penjelasannya mas, mungkin sebagai tambahan informasi dari saya, untuk jalur pipa yang menuju ke oil cooling yang ada pada mesin compressor tersebut juga menggunakan pipa tembaga jadi untuk penyambungan ke unit outdoor masih dapat dilakukan, kira2 saya membutuhkan outdoor chiller/frezzer dengan kapasitas berapa pk yah ?

      Delete
    3. Salam kenal pak Welly,
      untuk kompresor idealnya ditempatkan pada ruanagan yg bersirkulasi tinggi, agar kompressor dpt menghisap udara bersih dengan suhu max 40 derajat C...

      penambahan outdoor chiller hanya akan meredam problem sementara, problem utamanya butuh ruang kompressor yang baru..
      jika terpaksa, anda lebih baik mengganti fan collernya dengan menghub distributor kobelko (lbh baik dibanding harus menyambungkan pada Chiller Outdoor)...

      Kunjungi Web kami: www.airindo.co.id

      Salam,
      Deni Arif Rahman
      Mobile : 0877 4169 0046

      Delete
  12. Salam kenal mas Dedy
    Saya mendapatkan masalah ketika saat saya magang...yaitu diberikan job mengenai cara menurunkan pressure dew point pada kompresor screw free oil...apakah bisa dijelaskan sekilas mengenai hal tersebut ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Bung Rhino,
      Saya pikir yang dimaksud Temperature Dew point. Dew Point Temperature adalah titik embun udara artinya suhu di mana udara mulai mengembun menimbulkan titik-titik air.
      Semakin rendah nilai Dew pointmenunjukkan bahwa RH ( relatif humidity ) semakin turun, agar kadar air dalam udara bertekanan / sistem tidak banyak mengandung air.
      Untuk menurunkan RH, output udara sebelum masuk kesistem dilewatkan kedalam air Dryer. Ini cara yang umum.

      Atau anda ingin mencoba cara ini. Letakkan compressor didalam ruang ber AC. Transfer panas menyebabkan udara yang dihisap compressor memiliki tingkat humidity rendah, dan dikombinasikan dengan sistem air dryer sebelum ke pipa output. Jangan lupa untuk membuat ducting / cerobong khusus untuk buangan fan coller ke luar ruangan, supaya tidak mengurangi capasitas pendinginan.

      Selamat mencoba.

      Delete
    2. air dryer sudah dipasangkan pada instalasi kompresor tersebut tetapi hasilnya sama saja dan adakah opsi lain selain memasangkan dessicant dryer setelah output pada air dryer...apakah ada perhitungan mengenai menurunkan dew point tersebut?
      mohon jawabannya dan saya ucapkan terima kasih sebelumnya

      Delete
  13. salam kenal
    saya david sitio, saya bekerja di PT. best sun technologi indonesia, tangerang yang bergerak di bidang penjualan Screw air comppresor dengan seri:
    SA15A 20 HP
    22A 30 HP
    SA37A 50 HP
    SA55A 75 HP
    SA75A 100 HP
    SA90A 120 HP
    SA110A 150 HP
    Informasi detailnya dan harganya bisa menghubungi sy di :
    081370212978
    08111040246
    238c0b43
    sitio_david@yahoo.co.id
    david030978@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Bung David,
      Tq, semoga info nya bermanfaat

      Delete
  14. trimakasih untuk yang punya lapak mas, dedy londong....
    saya ingin menawarkan kerja sama untuk perawatan kompressor dan refrigeration system, (air dryer,chiller dan lain2).
    perusahaan kami telah bekerja sama dengan beberapa distributor merk kompressor
    sperti, ATLAS COPCO,KOBELCO,INGERSOLLRAND.DAN SULLAIR. dan beberapa merk asing yang telah kami tangani,
    kesipulanya, apapun merk kompressor yang bapak miliki, dngan kmampuan serta pengalaman kami di bidang kompressor dan refrigerant system, semoga kami dapat memenuhi kebutuhan maintenance kompressor (untuk part, baik original maupun oem dapat kami usahakandi pabrik bapak... sesuai dengan permintaan)
    hubungi kami :
    hendra mobile:08561891773 (teknisi)

    http://www.aztekengineering.co.id/

    ReplyDelete
  15. Indonesian please...
    Why you wrote "oil filter" rather than "saringan oli" sir...? Is it to odd using the translation? Or is it you don't have the complete dictionary at your place? Be proud using Indonesian language sir...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebayy!
      Please, focus pada topic.

      Delete
  16. Salam kenal

    Saya dari Pt. Sharprindo Dinamika Prima merupakan perusahaan manufaktur dibidang kompresor angin
    Menyediakan berbagai macam kompressor dari kapasita 1 HP s/d 400 HP

    Dengan model / type mulai dari
    1. Kompressor Piston
    2. Kompressor Scroll
    3. Kompressor Screw

    Lebih jelas bisa hub:

    Rienda andriana
    022_9296.9763 / 0878.2426.7559 / 0822.6223.9799
    Pin bb 262493D4

    Email : riendaandriana@yahoo.com
    Atau sdp2shark.indonetwork.co.id

    ReplyDelete
  17. Salam kenal,

    Mohon ijin untuk Agan Dedi Londong untuk iklan di blog agan.

    Saya dari CV. ASCJAYA yang bergerak dibidang overhaul screw compressor dan rental unit scew compressor.
    Kami siap untuk bekerjasama dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul pada unit compressor rekan-rekan,
    Kami berpengalaman dalam pekerjaan overhaul screw compressor merk Atlas Copco, Kobelco, Sullair, Kaeser, Abag, Allup, Boge, Hitachi, Mitsuseiki, Airman, dan masih banyak lagi merk screw compressor yang lain.
    Untuk Unit Rental, kami menyediakan unit screw compressor dari berbagai merk dengan beasaran motor yang bervariasi dari 15 KW s/d 110 KW.

    Untuk lebih lanjut, bisa rekan-rekan lihat di web kami : http//:www.ascjaya.com
    atau bisa langsung kontak saya di :
    - 085217111136
    - 021 36825340

    Salam


    M. Bahrodin

    ReplyDelete
  18. mas kalau mau tanya tanya biar nambah ilmu boleh?

    ReplyDelete
  19. salam kenal
    saya omiyatul ichwan
    saya punya masalah compresor atlas copco GA30, comp saya ini sering overheat setiap 15 menit sekali, padahal oil,oil filter,oil separator,thermostatic valve, udah ganti selama 5 hari yang lalu, bahkan cooling fin jg sudah sya bersihkan 3 kali selama 2 hari tp msh tetp overheat.
    mohon bantuanya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dicek bearing shaft screw. Jika bearing aus, oli untuk pelumasan dititik ini akan overheat. Perhatikan area body screw compressor di area rumah bearing, apakah ada tanda2 over heat, cat mengelupas dll?

      Delete
    2. Salam Pak Omiyatul,

      Jika boleh saya sarankan, pada compresor Atlas-Copco memang sering terjadi hal demikian pada Screw Compressor Atlas yg usianya 4-5 tahun keatas...
      Coba bpk ganti di Solenoid Thermostatic nya, biasanya rusak di bagian itu Pak,

      Jika kurang jelas boleh menghubungi saya di 0877 41690046

      Delete
  20. Salam Kenal Pak Dedy,
    Saya pratman dr tangerang.Terima artikle bpk sdh banyak memberi sy ilmu mdh mdhan bpk panjang umur n sehat selalu.
    Saya pnya masalah tentang schedule perawatan overhaul ataupun maintenance compresor.Kbetulan difactory sy ada hampir 10 Unit compresor yang rata2 hampir full running ON setiap hari.Kondisi running ON ini harus menjaga tekanan miminal 6.5 kg di area produksi sistem pemipaannya agak panjang & jauh.Jika salah satu breakdown maka kondisi pressure tidak terjaga lg artinya dibawah 6.5 Kg. kondisi ini yang tidak bisa dipakai oleh produksi sebab
    barang tidak jadi. mungkin bapak pnya schedule untuk masalah pengecekan overhaul atau maintenance berkala yng selama ini kami lakukan hanya daily check.Demikian pak dr sy
    Salam
    Note: klo berkenan mngkin bs send file pak jika pnya ke watashipratman@gmail.com

    ReplyDelete
  21. mas dedy mohon petunjuk mengapa oli compressor menjadi berwarna putih padahal oli nya baru oli yg kami pakai olimineraldan penyebabnya apa trima kasih untuk jawaban nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami bidang Pelumas juga Mas. Boleh tahu Compresor mas Satriono merek apa,pakai pelumas ISO berapa,atau SAE berapa? Oli sampai warna putih biasanya kaitannya bercampur dengan air,atau udara yang sangat lembab di sekitar kompresor yang mana saringan udaranya-pun sedikit bermasalah.
      Kami sarankan oli bekasnya dikirimkan ke LABORATORIUM,selama ini kami sering gunakan CORE-LAB yang di Jl.Cilandak Jakarta. Hasil Lab nanti akan menunjukkan berapa % airnya. Biasanya untuk kompresor kadar air tidak boleh lebih dari 0,2 %. Selamat mencoba!!

      Delete
    2. Betul yang disarankan Pak pantas, silahkan cek kondsisi Filter udara. Apakah ada yang rusak?
      Pendingin yang digunakan apakah menggunakan udara (cooling fan) apa liquid ya.
      Tq

      Delete
    3. mungkin suhu ruangan mengandung lembab air sehingga di hisap oleh kompresor. atau mungkin temperatur kompresor anda terlalu rendah (dibawah 70 derajat celcius), hal ini bisa menyebabkan ada banyak kandungan air

      Delete
  22. Selamat pagi mas,
    masu tanya, saya ada permasalahan di komp kointec,
    permasalahan nya:
    kan menggunakan start delta,
    saat di jalankan pada posisi start putaran motornya lamabat dengan ampere 200A, setelah pindah ke delta putaran nya normal (cepat) dengan ampere 100A,

    saya kompersi dengan komp yang lain, saat start putaran motor nya normal tidak lambat,

    mohon pencarahannya mas,

    satu lagi untuk mensetting timer start detla dimana nya ya pak?

    ReplyDelete
  23. Numpang Jual Gan...

    Dijual Motor Listrik Compressor 75 Kw & 130 Kw

    Hubungi 081212974060
    Pin BB 220758 dd

    Siap Replace All Filter All Brand....

    ReplyDelete
  24. Salam Kenal Pak Dedy,
    Saya riko dr lampung.Terima kasih artikle bpk sdh banyak memberi sy ilmu mdh mdhan bpk panjang umur n sehat selalu.
    Saya punya masalah pada compresor dyna.yaitu masih banyak nya oli yang terbawa oleh udara.sementara untuk filter separator sudah di ganti baru.mohon pencerahaan nya pa dedy.sebelumnya terima kasih banyak kepada anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Pak Riko,

      Coba anda pasangkan pada instalasinya Air filter & Air Dryer, itu berfungsi sebagai penyaring oli&uap Air yg terbawa oleh udara kompressor

      Silahkan hub Saya Hp: 0877 4169 0046

      Delete
    2. Dear Pak Riko,
      untuk permasalahan oli yang terbawa ke line produksi dapat di cek oil separator ( ganti baru ), scavenge line ( berfungsi atau tidak membawa kembali oli yang terfilter di oil separator.

      PT. MultiKom Servis
      Head office & Workshop
      Jl. Sukamulya Raya No.12A Serua Indah – Ciputat - Tangerang Selatan
      Phone : ( 021 ) 74639491
      Fax : ( 021 ) 74639492
      E-mail : marketing@multikomservis.com

      Delete
  25. Salam Pak Dedy,

    Sy dan rekan berencana melakukan overhoule Airman Compressor Screw, Type : SWS 55S dan SWS 125 dan dalam hal ini kami kesulitan untuk membeli Spare parts kitnya. Bila berkenan dan mengetahui mohon referensi utk pembelian parts kit Airman Compressor type tsb diatas.

    Terima kasih

    Salam

    Ikhwan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kebetulan sekali Bung Ikhwan, minggu depan ada pameran manufacture ( electrical & power ) di Kemayoran, Jakarta. Saya referensikan anda juga datang.

      Delete
    2. Pak Ikhwan, silahkan hubungi saya untuk Part Mainkit Airman genuie Hp: 0877 4169 0046

      Delete
  26. Kompressor kami airmn pds175
    Saat di hidupkan udara tidak pernah lebih dari 3bar
    Saat di buka anginya langsung habis
    Jadi tidak bisa di gunakan
    Saat di coba ganti oli kompressornya waktu di hidupkan
    Oli nya malah mengalir ke selang2 yang kecil dan over heat
    Ada solusi?
    Dan apa jenis oli kompressor untuk airman pds 175 dan 125

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kompressor mungkin sudah waktunya Overhaul Pak, jd screw pemampatannya tidak presisi sehingga anginnya sedikit.

      Silahkan bpk hub ke: 0877 4169 0046

      Delete
  27. salam pak Dedi

    saya bekrja sbagai maintnence kompresor di FTI terdapat 7 kompresor stiap sya menangani masalah kompresor screw
    pada over heting baru kali ini pada kmpresor 3 terjadi over tempratur setelah saya teliti panas yang di hasilkan pada rumah scruw ternyata bearing aus stlah saya ganti masih tetap panas oil baru, yang jadi permasalahan setiap pngaturan otomatis load temperatur naik sangat cepat jika manual tmpratur bagus ,mohon solusinya trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba di cek blok manifold oil filter. Jika mekanisme pembagi didalmnya macet. Distribusi ili ke bearing screw padti terhamvat. Blok Diganti baru jika perlu. Trims

      Delete
    2. Coba di cek blok manifold oil filter. Jika mekanisme pembagi didalmnya macet. Distribusi ili ke bearing screw padti terhamvat. Blok Diganti baru jika perlu. Trims

      Delete
  28. kalau namaku nity aku sales compressor screw merk BOGE ( Best Of German Engineering) BOGE memiliki desigh yang simple dan mentens nya gampang,untuk lebih lengkapnya boleh di buka web nya di www.boge.com atau call me in 081210063812 thank friend

    ReplyDelete
  29. Pak dedi tolong tanya saya mempunyai semi hermatic compressor ac 80PK dengan memakai R-22,
    saya tolong tanya idealnya untuk parameter:LO,HP.OP

    terima kasih

    ReplyDelete
  30. Salam super, Pak Dedy

    Saya sedang cari bahan untuk coating pada oil-free compressor. Mohon pencerahan

    Terima kasih
    Yoga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam,

      Bapak bisa coba datang ke workshop kami untuk hal tersebut

      PT. MultiKom Servis
      Head office & Workshop
      Jl. Sukamulya Raya No.12A Serua Indah – Ciputat - Tangerang Selatan
      Phone : ( 021 ) 74639491
      Fax : ( 021 ) 74639492
      E-mail : marketing@multikomservis.com

      Delete
  31. Mas Bro mau tanya. Berapa kebutuhan air flow capacity compressor yang semestinya untuk mensuply mesin blowing dengan produksi gerigen 10Liter
    perlu diketahui di dalam manual book mesin air flow comsumtion 2,5 m3/men 6-8bar
    saya tanyakan untuk memastikan kebutuhan minimumnya. Mohon pencerahannya. Trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam untuk mas dedy pemilik Akun,

      Mas Zulkarnaen,
      saya merekomendasikan screw kompressor dengan Capacity (2,5m3/min + 20% agar supaya kompressor bisa load-unload normal/ tidak berbeban full) jadi Capacity = 3m3/min atau biasa menggunakan 30HP / 22kW

      Mas bisa konsultasi teknis & juga penempatan yg ideal tuk kompressor pada saya,.

      Hubungi Saya di Mobile: 0877 4169 0046
      Or PIN BB: 24ed5bd7

      Terimakasih,
      Salam Sukses Semua

      Delete
  32. salam semua..
    kami mau jual lengkap screw compressor kaesar sk 24 berikut air dryernya tahun 2009/2010 berhubung mau ganti yang lebih besar kapasitasnya. Saat ini kondisi masih bagus dan dipakai normal.Jika da yang berminat silahkan dihubungi ke 081364584351. Lokasi Tangerang

    trims
    Pontoh

    ReplyDelete
  33. saya habibi, membutuhkan kompresor bekas.. klo ada yg ngejual tlg hub saya by Email : habibi@kokusei-kogyo.co.jp Terimakasih

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. Mas bro saya mau tanya, apa penyebab dari naiknya airend discharge tempr, dan dimana posisi airend disch tempr itu berada, merk mesin nya kaeser tipe fsd571, 315 kw
    Mohon penjelasan nya mas
    Thank's

    ReplyDelete
  36. salam mas Dedy
    kompresor saya bermasalah ada kebocoran pada air coolernya, beberapa waktu lalu sudah dilas alumunium tetapi jadi makin melebar terus, ada ga ya tukang las alumunium yang bagus didaerah cikarang dan sekitarnya. mohon infonya ya gan...

    ReplyDelete
  37. Salam mas dedy,,,
    thanks, atas infonya...sangat membantu sekali.....

    jika boleh tanya,
    schedule rutin apa saja untuk maintenance kompresor...jika tidak keberatan, saya minta bantuannya formnya....

    bisa send email ke saya : aanmatt@yahoo.com

    thanks n rgrd,
    hasan

    ReplyDelete
  38. Dear All,

    Please inform jika ada teman atau kerabat yg mau menjadi teknisi dessicant dryer atau yang biasa handle/overhaul compressor di kantor kami.
    Cp Ruben 08174808803..Kantor berada di Meruya jakarta barat atau email hrd.ditajaya@gmail.com

    Thnx

    ReplyDelete
  39. PT. Ometraco Arya Samanta
    Sole Agent BOGE compressor (Germany)

    BOGE product:
    Screw compressor Oil Injected & Oil free 4 kW - 355 kW (7,5 - 13 bar)
    Piston compressor 1,5 kW - 30 kW (8 - 35 bar)
    Piston Booster compressor up to 40 bar
    Compressed air treatmen (Referigrant - Dessicant Dryer, Filter, Automatic drain, Air Receiver Tank dan accessories lainnya.

    B. Heriwibowo
    Sales Engineer
    Hp. 0853 1056 8747
    Email: b.heriwibowo@gmail.com
    Pin bb: 2a5a3f60

    PT. Ometraco Arya Samanta
    Jl. Daan Mogot Km.12 No.9
    Jakarta.

    ReplyDelete
  40. salam kenal pak Dedi

    saya bekrja sbagai maintnence compresor screw kaeser dsd 241
    baru kali ini pada kmpresor kaeser dsd 241 itu terjadi over heat ,terjadi over tempratur setelah saya teliti panas yang di hasilkan pada rumah screw keluar asap,oil cooler panas untuk pipa aliran air in,out pada cooler tidak berfungsi dengan baik ,mohon solusinya mas trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. overheating pada air compressor bisa kita lacak dari beberapa tahapan.
      periksa oli pada air compressor anda, filter - filter, delta T pada in dan out oil cooler, noise pada screw, dan sensor.

      PT. MultiKom Servis
      Head office & Workshop
      Jl. Sukamulya Raya No.12A Serua Indah – Ciputat - Tangerang Selatan
      Phone : ( 021 ) 74639491
      Fax : ( 021 ) 74639492
      E-mail : marketing@multikomservis.com

      Delete
  41. PT. MultiKom Servis
    Head office & Workshop
    Jl. Sukamulya Raya No.12A Serua Indah – Ciputat - Tangerang Selatan
    Phone : ( 021 ) 74639491
    Fax : ( 021 ) 74639492
    E-mail : marketing@multikomservis.com

    ReplyDelete
  42. Salam kenal pak Dedi,

    di factory saya pakai compressor Kointec 75KW dan 55KW neh,

    permasalahannya,
    * ampere yang di compressore 75KW terbaca pada ampere meter 148 A,
    standardnya 140A (pada name plate)
    * Comp 55KW terbaca 115 A, Standard 103 A (Name Plate)

    sebab nya kenapa ya mas?
    mohon sarannya mas untuk mengatasi ampere tinggi ini,


    Terimakasih,

    ReplyDelete
  43. pak mau tanya cara menguras oli chiller sentrifugal yang benar gimana ya?
    makasih

    ReplyDelete
  44. mau tanya mas.,kompresor kaeser termasuk jenis apa ya...?

    ReplyDelete
  45. Postinga yg sangat membantu. MAs mau tanya...Apa nama komponen yang terbuat dari karet yang menghubungkan antara mesin (main Motor) keruang screw.komponen terbuat dari karet itu patah akibat bering tidak berputar. oh iya,kompresor trsbt ber Merek Altas Copco tipe XAS96

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf agak melenceng dari tema,Saya mau tanya cara untuk mengukur angin pada tiap mesin produksi gmana ya caranya? untuk menentukan besarnya mesin kompressor yang akan saya pasang. misal kalau pengukuran beban listrik kita menggunakan tang amper, kalau beban angin Alatnya apa ya? mohon penjelasanya trimakasih, Fadli Surabaya.

      Delete
  47. HALLO SALAM KENAL PA Dedy , sy sedang mencari part part untuk kompresor airman pds 655 bermesin diesel untuk wilayah bandung sekitarnya.. apa Pa Dedy ada rekomendasi yg harganya bersahaja tentu nya Pa...
    Dan bila kawan2 ada info tolong di email datanya ke saya
    derinyohansha@gmail.com
    Terima kasih

    ReplyDelete

This Blog Free of Advertisement