Pages

Wednesday, June 28, 2017

Revolusi Industri ke-4



Perlahan namun pasti, kita akan memasuki era revolusi industri ke 4. Istilah populernya Industri 4.0
Revolusi ini  didorong oleh kemajuan dalam artificial intelligence atau kecerdasan buatan, robotika, kendaraan yang mampu mengemudi sendiri, pencetakan 3-D, nanoteknologi dan bidang lain sains. Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada pertemuan tahunan WEF 2015, menjelaskan Industri 4.0 tak lain mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri.

Dunia telah berkembang melewati 3 tahap, Revolusi industri pertama menggunakan air dan tenaga uap untuk mekanisasi produksi. Revolusi kedua menggunakan tenaga listrik untuk produsi massal. Revolusi ketiga menggunakan teknologi elektronik dan informasi untuk otomatisasi sektor produksi. 
Di sela agendannya menghadiri World Economic Forum on ASEAN 2017 di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (12/5), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan,  industri nasional dapat menggunakan teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Sistem Industry 4.0 ini akan memberikan keuntungan bagi industri, misalnya menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15 persen. (http://www.kemenperin.go.id/artikel/17565/Empat-Strategi-Indonesia-Masuk-Revolusi-Industri-Keempat)

Ungkapan optimis Pak Menteri  memasuki era Industri 4.0 patut diapresiasi, tentunya harus diikuti kebijakan-kebijakan nyata yang benar-benar menopang dan mendorong Industri manufacture Nasional  sehingga datanganya era ini benar-benar dinikmati sebagai peluang meningkatkan profit perusahaan.

KEMBALI KE INDUSTRI DALAM NEGERI ...
Membicarakan hal-hal yang positif  di era industri 4.0 selalu menyenangkan. Tapi, sebagai praktisi saya bingung, kalaupun diterapkan di lingkungan industri saat ini, seberapa besar porsinya, dan mulai dari mana ...

Mesin – mesin yang dimonitor dan dikontrol secara online melalui jaringan internet bukanlah hal baru. Tentunya  selama ada jaringan internet dan dibukakan akses. Namun berbicara mengenai  teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity,  Augmented Reality, adalah  hal yang lain, kecuali yang sedang kita bicarakan ini  pabrik-pabrik dalam film dokumenter “ Mega Factory” di National Geographic Channel.  Disamping itu  rendahnya penyerapan tenaga kerja secara nasional akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.  Bagaimana tidak, di era ini, industri tidak hanya install mesin-mesin  otomatis, dan sistem roboticdi satu lokasi.  Namun perusahaan yang menerapkan teknologi sama, misal  di Detroit , Shenzen , dan  Purwakarta, cukup di monitor dan dikontrol  di satu lokasi, dan disanalah pusat pengendali teknologinya.  Dari  sisi  internal perusahaan, model seperti ini akan mengurangi tenaga kerja di level tertentu, dan bisa menurunkan biaya produksi. Namun dari sisi kepentingan Nasional, akan berbeda ceritanya. Pastinya harus dilakukan riset yang lebih mendalam mengenai hubungan faktor-faktor ini  beserta pengaruhnya.

Untuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia saya sama sekali tidak kuatir, karena aktualnya, revolusi Industri tahap ke-3 pun kita belum melewati  ;) 

Akan tetapi di luar sana,  Industri besar di China, Amerika, Eropa sudah mulai mengarah  ketahap sana, mereka dapat memproduksi barang dengan kualitas yang konsisten dan harga yang ekonomis. Kalau begini ya ujung-ujungnya ke Industri dalam negri bukan, barang kita gak laku, keuntungan perusahaan berkurang, lalu pengurangan tenaga kerja.

Artinya  datangnya era industri 4.0 sama pastinya dengan terbitnya matahari besok pagi. Siap tidak siap ya harus kita lalui dan hadapi, ini realitanya.
Apakah ini akan menjadi berkah atau Tsunami bagi kita, hanyalah kita yang bisa menjawab, kesiapan sumber daya manusia mulai dari tahap pendidikan dasar sampai tinggi  mutlak diperlukan. Saya pikir sudah waktunya pemerintah melalui Departemen terkait, memberikan  pendampingan melalui pelatihan-pelatihan teknis dan managerial  berkala dan terstruktur secara nasional  untuk level supervisor dan manager.


Situasi yang memusingkan bagi  pengusaha, apakah kita harus galau. Jawabannya 100 % tidak. Justru disinilah peluang kita sebagai pekerja pabrik. Salah satu solusi dari pengusaha yaitu merekrut manager – manager yang dapat memberikan solusi bagi permasalahannya, diantaranya dengan meningkatkan output produksi  dengan biaya minimal , mungkin andalah salah satunya.  
Revolusi Industri ke-4...

Sunday, October 19, 2014

Ide Spesifik



Ide spesifik berarti detail dan aktual. Sangat penting bagi seluruh anggota team memiliki kontribusi terhadap upaya mencapai tujuan organisasi.
Namun sayangnya ide-ide yang keluar terkadang jauh dari harapan. Ide yang masuk dalam kategori ini masih dalam tahap "mungkin" bisa dan tidak. Bahasa simplenya, masih asal bicara. 
Ide Spesifik...

Wednesday, October 08, 2014

Kegagalan Komunikasi


Saya ingin mendongeng buat anda. Cerita ini memberikan contoh menarik mengenai kegagalan komunikasi antara atasan dan bawahan.

Ada 4 tokoh cerita dalam cerita ini, yaitu Boss, dan 3 orang pekerjanya. sebut saja pekerja 1, pekerja 2, dan pekerja 3.

Boss         : Saya ada pekerjaan untuk kalian !
Pekerja     : Siap Boss 
Boss         :  Saya ingin besok kalian masing-masing lakukan pekerjaan ini.
                   Pekerja 1 kamu gali dan buat lobang, gunakan cangkul
                   Pekerja 2 kamu menanam pohon di dalam lobang galian
                   Pekerja 3 kamu menutup galian kembali dengan tanah, gunakan skop
Pekerja     : Siap laksanakan Boss !

Kegagalan Komunikasi ...

Wednesday, September 24, 2014

CONVEYOR dalam INDUSTRI


Desain sistem conveyor lebih terasa costumize. Itu yang saya rasakan saat merancang sistemnya. Saat saya tanyakan ke conveyor maker, kondisinya memang seperti ini, karena konsep, jalur, model, mekanismenya, atau desainnya harus mengikuti kebutuhan proses. Bagaimanapun, sebagai material moving tool, sistem conveyor adalah sistem pendukung, jadi harus mengikuti desain proses yang ada.
CONVEYOR dalam INDUSTRI ...

Sunday, December 01, 2013

BASIC MAINTENANCE


Minggu lalu, sekeluarga  sekeluarga bersama rombongan gereja bepergian ke Bandung. Dengan Bis , kami berangkat dari Tangerang jam 06.00. Dua Jam perjalanan sebelum memasuki  Bekasi Barat, dua ban belakang sebelah kiri pecah bersamaan. Karena Ban cadangan hanya satu, sekitar 45 menit kami semua menunggu kiriman dari Pool. Setelah perbaikan selesai mertua saya dengan nada kesal nyeletuk, “kirim mobil yang baru dong bang”, anda tahu jawaban pak sopir, begini kurang lebih,”mobil baru apa tidak, kalau meletus udah nasib bu”. Saya tersenyum kecut, kebetulan manantu si ibu tadi pernah kerja dipabrik ban, kasus meletusnya 2 ban secara bersamaan saat memasuki tol ( jalan rata dan relatif bersih dari paku, dll ) hanya ada 2 alasan, pertama adanya defect akibat problem manufacture, dan kedua ban sudah melewati masa pakai, kata lainnya ya memang waktunya ganti akibat faktor keausan atau daya tahan materialnya sudah menurun. Saya sangat yakin penyebab meletusnya ban ini karena faktor kedua.
BASIC MAINTENANCE...

Sunday, September 01, 2013

Kisah Pak Fredy


Pak Fredy seorang pekerja keras, dia sadar betul tugas dan tanggung jawab seorang kepala keluarga. Kenaikan pengeluaran untuk kebutuhan hidup memaksa bapak tiga orang anak ini berpikir keras untuk meningkatkan income. Kesempatan yang memungkinkan untuk menjadi solusi jangka pendek yaitu mendapatkan kenaikan salary. Dengan kompetensi yang dimiliki, rupanya Pak Fredy  sangat yakin akan mendapatkan pekerjaan dengan besaran gaji yang didambakan diluar sana.
Kisah Pak Fredy...

Sunday, July 14, 2013

CARA PALING EFEKTIF MENINGKATKAN CAPASITAS PRODUKSI





Saya akan menjelaskan dengan cara yang paling sederhana, mari kita lihat persamaan dibawah.


Saya yakin anda sudah mengerti dengan faktor-faktor produksi diatas, biasa kita dengar 5 faktor produksi. Ada  faktor Manusia, Material, metode Kerja, Machine, dan Lingkungan.
Jika saya terjemahkan dalam persamaan Matematis.
Vp = f {Mn,Ml,Mt,Mc,E}

Peningkatan Capasitas Produksi sebagai variabel terikat merupakan fungsi dari beberapa variabel bebas seperti  faktor Manusia, Material, Methode, machine, dan Environmnet.
Ke-5 faktor ini tidak memiliki bobot atau prosentase yang sama. Inilah yang akan saya share dengan anda. Ada kalanya orang produksi terjebak dengan faktor-faktor ini tanpa tahu mana yang sebenarnya menjadi prioritas. Apapun level anda dalam strukur organisasi produksi, Manager, Supervisor, atau Grup Leader. Pastikan baca paparan dibawah ini.
CARA PALING EFEKTIF MENINGKATKAN CAPASITAS PRODUKSI ...

Monday, March 04, 2013

Galau ...

Senin, 4 Maret 201, 21.00 pm

Malam ini saya teringat ucapan dosen saya saat kuliah, mengenai market intelegence.
Market intelligence merupakan pengumpulan informasi yang digunakan untuk menyelesaikan segala permasalahan berkaitan dengan strategi pemasaran yang akan dijalankan.  Market intelligence digunakan untuk mencari data-data yang berkaitan dengan kondisi internal dari competitor seperti untuk mendapatkan informasi produk andalan dari pesaing, keunggulan produk pesaing, kemana pesaing membidik sasaran, serta mempelajari pola-pola strategi pesaing secara detail. Sehingga berdasarkan informasi yang diperoleh tersebut perusahaan dapat mengatur suatu strategi antisipatif dan untuk meningkatkan produk sendiri melebihi produk yang sudah dihasilkan pesaing.
Galau ......

Sunday, March 03, 2013

Memahami Pull dan Push System dalam Industri Manufacture


Pull, Push  dalam kamus bahasa berarti tarik, dorong. Jika membicarakan Lean Manufacturing dan Just In Time (JIT), rasanya dua kata ini sangat erat kaitannya.

Dibanding Push System, Pull System yang lebih menjadi pusat perhatian dalam implementasi JIT . Pull merupakan proses operasi mulai dari tahap pembelian hingga delivery customer yang hingga saat ini dianggap modern dan bisa mengikuti arah pasar. Sedangkan istilah yang satunya, yaitu Push system, merepresentasikan  sebuah system operasi tradisional dan konservative, identik dengan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau istilahnya "waste". Untuk menghindari stock out, manajemen menentukan tingkat volume pembelian material dan level of inventory, tidak berpedoman pada turunnya Purchase order (PO) customer. Sebagai acuan yaitu forecasting atau peramalan tingkat penjualan.

Dalam manufacturing, Pull System kurang lebih memiliki arti sebagai berikut :
a) Venkatesh (1996) menyatakan pada sistem  push, sebuah mesin melakukan proses produksi tanpa harus menunggu permintaan dari mesin yang akan melakukan proses berikutnya. Sebaliknya pada sistem  pull, sebuah mesin melakukan proses produksi hanya jika ada permintaan dari mesin yang akan melakukan proses selanjutnya.
b) Goddard dan Brooks (1984), sistem push dan pull diasosiasikan dengan aliran informasi. Mereka mendefinisikan  push sebagai aksi untuk mengantisipasi kebutuhan, sedangkan  pull sebagai aksi untuk melayani permintaan.
c) Villa dan Watanabe (1993) menggambarkan kaitan sistem  push dengan proses manajemen dalam upaya mengurangi risiko stock-out, sedangkan sistem  pull sebagai suatu proses produksi yang mengalir dengan ekspektasi inventori sekecil mungkin.
Memahami Pull dan Push System dalam Industri Manufacture...

Monday, February 25, 2013

Berakhirnya sebuah Generasi di Industri Manufacture

Generasi ini secara sadar maupun tidak mengikuti faham  “Status Quo” … maju tidak mundurpun tidak. Awalnya saya berfikir kelompok ini didominasi oleh orang-orang tua, lama dan dianggap senior diperusahaan. Meskipun tidak selalu, akhirnya saya berhipotesa ini benar.
Berakhirnya sebuah Generasi di Industri Manufacture...