Pages

Friday, January 27, 2012

Menentukan Lead Time Proses Produksi



PENDAHULUAN
Lead Time merupakan salah satu indicator terpenting  untuk mengukur Kinerja bagian Processing / Produksi, disamping quality dan cost pastinya.
Lead Time adalah waktu yang diperlukan oleh bagian processing/produksi untuk memproduksi item produk  per capacity yang sudah ditentukan.
Misal Lead Time produksi  sosis  A = 3.5 Day, ini bisa diartikan waktu yang diperlukan untuk processing mulai dari tahap awal sampai akhir ( sosis A ) memerlukan waktu 3.5 hari, dengan batasan produksi sebesar x unit capacity.  Jika anda sebagai sales di perusahaan sosis, akan sangat membantu dalam memberikan kepastian ‘waktu tunggu’ pada customer.  Apalagi produk perusahaan anda menjadi bahan baku bagi  produk customer anda. Seperti sosis menjadi produk untuk Restoran.
Semakin  kecil nilai lead time, berarti produk bisa diproduksi dengan waktu lebih cepat, dan ini semakin bagus tentunya. Lead Time menjadi indicator bagi :
1.       Volume atau capasitas actual  produksi untuk setiap Item
2.       Ketepatan Waktu  Proses
3.       Performance Engineering
4.       Kemampuan Control Proses

TEKNIS PERHITUNGAN LEAD TIME (LT) DALAM PROSES  PRODUKSI
Sebelum  kita membahas mengenai perhitungan Lead Time,  saya akan memberikan penjelasan mengenai system  production line itu sendiri.
Saya membagi System Line menjadi 2 jenis :

1. Single product Line
Single product  Line, merupakan Jalur produksi  dimana proses produksi mulai dari tahap awal sampai akhir, melalui mesin – mesin khusus. Dengan kata lain, mesin-mesin di jalur produksi ini hanya memproduksi satu jenis produk. Jadi model produksi ini dapat  secara nyata dilihat.
Misal : Jalur perakitan pada  pabrik mobil  modern, Jalur perakitan untuk Honda city, tidak akan sama dengan Honda Jazz, karena mesin dan peralatan di masing-masng jalur sudah tersetting khusus hanya untuk item tertentu.
Single Line

2.  Multiple product Line
Multiple product line,  merupakan jalur produksi dimana, beberapa mesin memproses Item-item produk yang berbeda. Beberapa jenis mesin, sudah didesign  untuk mudah dan tidak perlu waktu lama untuk  disetting saat berganti Item produk.
Misalnya : Mesin untuk industry pengolahan makanan, ada puluhan jenis Item  sosis, tapi jalur produksinya ada yang menggunakan proses mesin yang sama.
Jika dilihat dari skema dibawah, Product A dan B, menggunakan 2 mesin yang sama, yaitu mesin 3 dan 5.  Semakin banyak Varian item produknya, maka semakin rumit dan komplek perhitungan pembagian capasitas per Linenya,  biasanya untuk case seperti ini, system produksi sudah menggunakan  software.
Multiple Line


Pada dasarnya Sistem Line mengurai jalur proses produksi  kedalam  setiap proses mesin, lalu memasukkan Item dengan proses mesin  yang sama kedalam satu line. Jalur produksinya menganut ‘single line’, perhitungannya akan lebih mudah dibanding ‘multiple line’. Saya akan menjelaskan perhitungan untuk  jenis ’multiple line’, jika memahami ini, saya yakin anda mudah dalam menghitung jenis single.


Contoh
:


Item A
diameter : 25 mm

Item B
diameter : 10 mm

Item C
diameter : 15 mm

Item D
diameter : 30 mm

Item E
diameter : 10 mm

Item F
diameter : 15 mm

Item G
diameter : 10 mm

Item H
diameter : 30 mm

Item I
diameter : 10 mm


Ada 8 Item diproduksi, tapi jika kita kelompokkan ada 4  jenis tahapan proses. Pada prinsipnya

yang menjadi perhitungan utama sistem Line yaitu proses mesin, proses manual tidak diperhitungkan
karena tergantung dari variable jumlah orang, dengan asumsi bisa ditambah sebanyak

mungkin dan dikurangi seminimal mungkin.

Sedang kapasitas mesin  dan jam produksi mesin terbatas.


Berdasarkan data kita mengetahui kapasitas mesin per hari ( 7 jam ) sbb :


Machine Capacity

Note : Asumsinya Size  item tidak berpengaruh pada kapasitas, aktualnya data perubahan
kapasitas untuk setiap perubahan spec yang dimasukkan ke data.
4 Tahapan ini menjadi Line, 
Saya gunakan Notasi : 1, 2, 3, 4

Tahap 1, kita akan deteksi kapasitas per Line
Saya akan gabungkan data mesin kedalam Line Produksi
Line Capacity

Tahap 2, kita akan deteksi Lead Time per Line


Waktu proses / Lead Time per Line

Formula waktu proses :  contoh Line 1, Mc. A = ( Bottle Neck Capa : Capa Mc ) x 7 Jam kerja
Jadi Line 1, Mc A, perlu waktu = ( 100 : 200 ) x 7 = 3.5 Jam

Berarti  MC. A hanya perlu waktu 3.5 , untuk memenuhi kapa mesin C, dan masih ada sisa kapa
sebesar 3.5 jam yang idle, atau bisa digunakan oleh line yang lain.

Berarti masing-masing  Item memiliki Lead Time 7 jam, artinya produksi memerlukan waktu 7 jam
sejak start proses pertama. Untuk kapasitas yang ditetapkan perhari Begitu juga  dengan Item yang lain.


Capacity dan Lead Time Per Line

Jadi jika ada order, waktu untuk produksi mesin :

Item A, sebanyak 1000 Kg,  Waktu produksi : 70 jam kerja ( (1000 : 100)x7 )
Item E  sebanyak 300 Kg,  Waktu produksi : 14 jam kerja ( (300 : 150)x7 )

Item G, sebanyak 210 Kg,  Waktu produksi : 21 jam kerja ( (210 : 7 )x7 )

Item I, sebanyak 280 Kg,  Waktu produksi : 28 jam kerja ( 280 : 70 )x7 )


Untuk jumlah item mencapai ratusan, tidak mungkin  dihitung secara manual, Sistem computer yang akan mengolah datanya.  Divisi yang paling strategis dalam tahap ini yaitu PPIC, mereka akan arrange  kapan Start Produksi dengan memastikan terlebih dahulu  kecukupan bahan baku.

Kunci utama dalam  memperpendek lead time yaitu pada capasitas  produksi  yang  terus ditingkatkan, dengan cara :
1. Control Proses Produksi dengan lebih baik 
2. Penambahan Mesin
3. Re-engineering, atau up grade teknologi permesinan
Lead time yang semakin pendek  pasti menjadi  salah satu kekuatan manufacture dalam  iklim persaingan yang semakin kompetitif.  Pada dasarnya, tidak ada customer yang mau menunggu dalam waktu relative lama, saat membeli.
Tentunya artikel ini jauh  dari detail.  Tidak ada system produksi yang baku. Masing-masing manufacturing memiliki ‘ke-khasan’  dalam system produksinya.  Dengan melakukan improvement secara berkelanjutan ( Continual Improvement ) akan muncul ide-ide untuk meningkatkankinerja produksi, termasuk ide mengenai Lead Time ini.

Semoga artikel ini bermanfaat & semoga sukses


20 comments:

  1. mantap gan. izin save buat refrensi saya

    ReplyDelete
  2. Gan bisa kasih contoh format real nya ?

    ReplyDelete
  3. Gan bisa kasih contoh semua format untuk PPIC nggak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gan, format untuk PPIC tidak ada yang baku. Poinnya PPIC bertanggung jawab melakukan schedulling order dan ketersediaan material. Sehingga waktu tahap realisasi produk (produksi), hanya fokus di capasitas, lead time, dan quality. Selebihnya tergantung medan perang tempat agan kerja dan kreativitas.
      Coba agan searching di forum-forum PPIC misal di : http://groups.yahoo.com/group/PPIC_FORUM/?tab=s

      Delete
  4. Gan..! bs kasih Contoh dg Format Exel Schedule Aliran Produksi..?

    ReplyDelete
  5. thanks buat referensi, saya termasuk pelaksana PPIC

    ReplyDelete
  6. ijin sedot ya gan

    ReplyDelete
  7. Makasih Gan.... Cukup memberi pencerahan neh....
    Ijin nyedot ya....

    ReplyDelete
  8. sip gan,,,, minta restu buat referensi awak,,,,.. :)

    ReplyDelete
  9. keren gan..., bisa minta sumber daftar pustakanya? yayayya :)

    ReplyDelete
  10. Mantap deh... buat ilmu untuk yg mau terjun ke dunia PPIC lebih mnatap...

    ReplyDelete
  11. londonng..... widih dari pengalaman di mana nih ?
    YKK bro ?

    ReplyDelete
  12. Selama berkarir di PPIC, software apa saja yg sudah pernah digunakan?
    Untuk jenis industri manufaktur komponen sepeda motor, software apa (nama software) yg cocok untuk digunakan PPIC?
    Mungkin punya referensi. Terimakasih

    ReplyDelete
  13. Mohon bantuan menghitung lwad time untuk batch proses...
    Contoh
    ct proses1=1 mnt
    Ct proses2=2 mnt
    Ct proses3=1 mnt
    Batch size=10 unit
    Berapa lead time untuk 100 unit?

    ReplyDelete
  14. Permisi pak saya mau tanya cara menghitung cycle time di dept produksi saya..
    Misalkan kapasitas mesin sya ada 3 bagian.. 200kg, 600kg, 1200kg.. dan untuk produk kita ada 3 jenis pembagian dari setiap produk itu waktunya berbeda-beda pak.. misalkan produk A yang kita inginkan 1400 kg wkt 450menit produk B 1400kg wkt 437menit.. jam kerja kita 480menit/hari.sedangkan mesin kita ketika istrhat jam 12.00-13.00 masih berjalan karna tidak ada proses stop karna p4oses pengadukan bahan jadi masih berjalan mesin itu.. cara menghitung cycle time gimana ya pak.. dalam sebulan kita 22 hari kerja

    ReplyDelete
  15. artikelnya sangat membantu, mohon izin disave untuk dijadikan referensi sebagai tugas akhir ya. terima kasih

    ReplyDelete