Pages

Monday, February 20, 2012

Dimana "Kelompok 10%" Anda ?


Saya tersenyum  saat baca pesan singkat di Hand phone “ Meeting di Kantin …”. Waktu menunjukkan Pk. 17.00 WITA, dan saya balas “ … OK”. Anda tahu? Pesan diatas kode buat kami untuk berkumpul. Kami sebut diri kami “Kelompok 10%”.
Jangan berburuk sangka lho ya, kebetulan minggu – minggu ini media disibukkan oleh penangkapan John Kei, pentolan Jakarta underground gangster. Kami bukan “sejenis”  mereka.

Di perusahaan, kami membangun “relation” dengan teman-teman yang memiliki persepsi yang sama mengenai konsep tata kelola  perusahaan ini. Beberapa menyebutnya sebagai “network” , atau “discussion Grup”. Koq namanya “Kelompok 10%” ?  ada cerita menarik dibalik angka 10% ini, dan kami suka menyebutnya. Intinya kami menyadari bahwa dari aspek jumlah, kelompok ini sangat kecil, dan akan selalu kecil, rata-rata berjumlah 7 – 10 orang,  memang jauh lebih kecil dari angka 10% jika dibandingkan total karyawan, tapi … kami suka dengan angka ini.

Kelompok 10% terbentuk secara alami, dari acara santai berkumpul di kantin perusahaan saat istirahat dan sepulang kerja. Terus terang kami sangat menikmati, seperti oase di tengah gurun. Setelah hampir 7 jam berjibaku dengan segala persoalan pekerjaan, ada saat-saat kami melepas kepenatan dengan sharing dan discussion mengenai segala aspek di perusahaan. Rata-rata kelompok 10% ini masih muda, dibawah 37 tahun, dan menduduki posisi struktural strategis, seperti Head HRD, Head Security, Head Maintenance, Head Produksi, Head GA, Head Operation, dan beberapa bagian lain.  Hampir setiap hari, saya mendapat kode pesan singkat diatas, bisa dibayangkan betapa intensnya pertemuan kami, selalu ada topik termutakhir yang bisa dibahas, biasanya kami membahas masalah-masalah strategis, dan selalu dapat merumuskan solusinya. Jadi kami tidak terkaget-kaget jika salah satu option solusi ini menjadi topik meeting di tingkat management, wong kami sudah membahasnya dengan minum kopi di kantin hehehehe… kebiasaan ini sudah menjadi tradisi bagi kami, tidak ada kesan formal, kaku, ditutup-tupi, permisif/sungkan, kami begitu terbuka, dengan keterbukaan ini kami saling mengetahui positioning masing masing, dan kami pastikan bahwa kami bisa saling percaya.

Tidak hanya diperusahaan saya sekarang, kelompok seperti ini sudah menjadi “kebutuhan” bagi saya, jika  tidak ada, saya akan membangunnya, tidak berbeda dengan perusahaan sebelumnya, jika ada 2 sampai 3 orang berkumpul dengan konsep dan persepsi yang sama … let’s do it ! jangan berfikir harus melibatkan banyak orang, tapi idealnya kelompok ini terus melibatkan semakin banyak orang  secara alami. Polanya sama, gunakan waktu santai untuk discuss hal-hal positiv bagi perusahaan, jika ada orang yang menertawakan, berarti mereka punya konsep yang berbeda dengan anda … terutama untuk saat ini. Dulu saya punya prinsip “ Jika tidak bisa selesai saat jam kerja, selesaikan di meja makan.”

Memiliki kelompok seperti ini, menyenangkan dan sangat bermanfaat, adanya friksi antar bagian menjadi kami anggap hal biasa, kejadian-kejadian seperti ini selalu dapat kita selesaikan dengan baik, dan selalu membuat kami tumbuh kuat dari hari ke hari. Hal yang terpenting, kondisi ini tidak tercipta begitu saja, dari awal kita harus sadari tujuannya. Seiring waktu, aktivitas ini telah menjadi suatu kebutuhan.

Jika anda menduduki posisi struktural  yang “lumayan”, misal supervisor atau manager, akan lebih baik jika anda membentuk kelompok-kelompok seperti ini untuk anda sendiri dan tingkat dibawah anda, misal kelompok supervisor, Grup leader, atau operator. Memang ada konsep-konsep/tools  dalam lean manufacture seperti QCC atau GKM, tapi jauh lebih efektif jika kelompok – kelompok ini terbentuk secara  sukarela dan alami.  Tentunya dengan pola yang sama, gunakan waktu diluar jam kerja atau jam santai. Terkadang aktivitas ini tidak gratis lho, saya biasa menyebut dengan “ Managerial Cost “,  karena  jujur ini memang memerlukan biaya. Anggap saja ini merupakan “ takdir ” atau kalau tidak melebih-lebihkan saya menyebut “ kutukan menjadi manager “. Jika anda tidak menyadari keberadaan kelompok ini dan anda menjadi bagiannya, cobalah untuk menyadari dan arahkan kelompok ini menjadi  pemberi kontribusi positif terhadap kemajuan perusahaan.

OK …. Selamat mencoba & Semoga Sukses

2 comments: